saya ucapkan terimakasih kepada saudara-saudara semua karena meluangkan waktu untuk berkunjung,saran dan komentar dari saudara sangat bermanfaat untuk perbaikan blog ini

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday 31 May 2014

Tidur dengan Lampu Menyala Bikin Gendut? Kurang Tidur pun Sama Efeknya


Penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan lampu menyala berhubungan dengan peningkatan berat badan. Rupanya bukan kali ini saja tidur dikaitkan dengan kegemukan ataupun masalah kesehatan lainnya.

Sejumlah penelitian telah membuktikan pentingnya tidur yang cukup dan berkualitas. Masalah pada tidur bisa meningkatkan risiko berbagai dampak tidak terduga, termasuk kegemukan seperti yang ditemukan oleh para ilmuwan baru-baru ini.

Masalah-masalah kesehatan yang pernah dikaitkan dengan tidur antara lain sebagai berikut, seperti dirangkum detikHealth, Jumat (30/5/2014).

1. Kurang tidur bikin gemuk
Dampak kurang tidur terhadap berat badan bisa dilihat dari 2 sisi. Di satu sisi, kurang tidur mengurangi kemampuan otak untuk mengontrol rasa lapar dan kenyang. Nafsu makan dan efek lapar juga meningkat, seperti diungkap para peneliti dari Uppsala University, Swedia.

Namun di sisi lain, ilmuwan menganggap kurang tidur bisa menghambat pelepasan hormon pertumbuhan. Hormon tersebut cenderung lebih aktif saat tidur, sehingga orang yang kurang tidur menjadi lebih susah gemuk. Mana yang benar?

2. Gemuk Lebih Banyak Ngorok
Lemak berlebih pada orang gemuk menyebabkan saluran napas mudah mengalami penyempitan saat tidur berbaring. Saluran napas yang menyempit membuat aliran udara tidak lancar, kemudian menyebabkan getaran suara yang terdengar sebagai dengkuran.

3. Henti Napas 400 kali
Sleep apnea atau henti napas saat tidur lebih sering dialami orang-orang dengan masalah kegemukan. Biasanya ditandai dengan gejala ngorok, meski tidak selalu demikian. Paling mudah, gangguan ini bisa dikenali dari kondisi yang tidak pernah segar meski tidur lama.

"Rekan saya sesama dokter badannya gemuk, kalau tidur sering gelagapan. Waktu dimonitor pernapasannya, dia kaget karena napasnya berhenti sampai 400 kali," ungkap pakar obesitas, Dr Samuel Oetoro, MS, SpGK dalam sebuah wawancara dengan detikHealth.

4. Gemuk karena Lampu Menyala
Mematikan lampu selama tidur tidak hanya menghemat energi listrik. Langkah sederhana ini juga menyelamatkan kesehatan karena bisa mengurangi risiko kegemukan. Sebuah penelitian di Institute of Cancer Research di London mengungkap bahwa perempuan cenderung memiliki lingkar pinggang yang lebih besar jika tidur dengan lampu menyala.

sumber :detikHealth